Tampilkan postingan dengan label Pembuatan Ebook Antologi Puisi Reliji Lintas Negara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembuatan Ebook Antologi Puisi Reliji Lintas Negara. Tampilkan semua postingan

PUISI ZAINI SH PAHANG, MALAYSIA

Posted by: Moh. Ghufron Cholid / Category:

Pilihan

kau dan aku insan
punya rezeki dari Tuhan
jadilah sebaik kawan
jauhi mahu lawan

kau dan aku insan
telah tahu hikayat pesan
segala ini hanya pinjaman
adat jurus kesedaran
bertandang kala sesalan

kau dan aku insan
hitam putih pilihan
usah celih berjalan
di landasan kebenaran.

Zaini Sh
101127

Biodata Penyair
Zaini Sh adalah seorang yang suka menulis puisi berasal dari Pahang Malaysia, jika ingin lebih mengenal penyair bisa langsung berkenalan lewat facebook Zaini Sh


Baca selengkapnya »

PUISI DYZA AINUN KUALA TERENGGANU, MALAYSIA

Posted by: Moh. Ghufron Cholid / Category:

BERIKAN


Berikan aku setangkai hati

dari taman jiwamu

laman kehidupan akan kusucikan

dalam ladungan doa dan pasrah

yang dingin

litupi hatimu bersama kelopak rasa

yang manis bersalut ikhlas

dari segenap perasaan murni

keukhwahan sesama

janji sepadu melintuk kemurnian

yang panjang bermusim



biar saja kelopak hatimu terus mekar

di antara pijar semangat

dan ilusi kehidupan sejati

demi langkah demi langkah yang diatur

menuju ke sana

yakin tak pernah luruh



akan terus wangi

hadiah kasturi dari kalung persahabatan

yang tak pernah lerai

berjuta musim bakal menghiasi persada jujur

himpun segala

belanga perharian kita jadi limpah

sayang yang bertaut tak pernah ugah

demi segala yang tercatat

dalam genap persahabatan ini

Biodata Penyair
Dyza Ainun seorang penulis Novel suka menulis puisi dan pantun, berasal dari Kuala Terengganu. Segala hal mengenai penyair bisa langsung ditanyakan via facebook Dyza Ainun. Kini berdomisili di Kuala Terengganu, Malaysia.


Baca selengkapnya »

PUISI DHAMAH SYIFFLAH,MALAYSIA

Posted by: Moh. Ghufron Cholid / Category:

Setiap Hari, Jika Kau Izinkan


Setiap hari aku memandang langit...

Agar aku bisa terbang ke atasnya...

Bebas melepasi kabus-kabus putih...

Namun apakan daya...



Berpijak di tanah rata...

Masih jua aku terjatuh...

Mengariskan luka berdarah...

Tercalar kerana kealpaan sujud ke atasNya...



Jika Kau izinkan...

Aku sujud buat selamanya...

Sekian lama aku menagih kasih...

PadaMu Allah...



Setiap hari aku melayarkan bahtera...

Agar ketemu penawar yang dicari...

Dapatlah aku rawat rindu yang mencengkam...

Namun apakan daya...



Cinta yang telah lama diberi...

Aku persia-siakan, malah dicampak ke seberang lautan...

Aku buta tiada mata, meraba-raba mencari...

Menangisi penuh penyesalan, sujud ke atasNya...


Jika Kau izinkan...

Kembalilah cinta rindu dijiwa...

Sekian lama aku merintih kasih...

PadaMu Allah...

Biodata Penyair
Dhamah Syifflah adalah nama pena dari Aizul Hairy Omar, lahir di johor bahru 22 ogos 1985 seorang Graphic Designer dan telah menikah. Kini tinggal di bandar baru uda, johor bahru, johor darul takzim, Malaysia. Segala hal menyangkut penyair bisa ditanyakan langsung via email dhamah_syifflah@yahoo.com atau bisa juga lewat facebook Dhamah Syifflah, bisa juga lewat blog pribadinya http://belayarmencaripenawar.blogspot.com


Baca selengkapnya »

PUISI INDAH HAIRANI LATIF KUALA TERENGGANU,MALAYSIA

Posted by: Moh. Ghufron Cholid / Category:

CINTA YANG PERGI


Pada remang senja berdarah

di atas tanah merah

kuletakkan jasad cinta

di tepi pusara

di bawah gerimis yang meluruh

ketika aku bersimpuh

ketika kutatap sengsaranya

airmataku menimpa

pada wajah yang bening

dan di atas bibir yang garing

telah pergi buat selamanya

meninggalkan setiaku yang dewasa

dan rindu-rindu yang melata

tidak akan kulihat lagi senyum

dan jeling mesranya

ketika menunggu

dan menghantarku

tidak akanku dengar lagi

zikir cinta kalimah rindunya

di telingaku.



Lalu ketika talkin dibaca

kubisikan dengan rawan

agar dia dengari

aku tidak ingin dia pergi

dan….

kuulangi berkali

Biodata Penyair
Indah Hairani Latif adalah seorang penulis yang menekuni Genre penulisan , Novel, Puisi, Skrip Drama, rencana dll, tinggal di Kuala Terengganu, Malaysia. Segala hal menyangkut penyair bisa ditanyakan langsung via facebook Indah Hairani Latif bisa juga mengunjungi blog pribadinya http://indah-hairani.blogspot.com/


Baca selengkapnya »

PUISI-PUISI ZAI RANIA,MALAYSIA

Posted by: Moh. Ghufron Cholid / Category:

TASBIH CINTA

kulihat cinta
di pelupuk mata
berkaca bak mutiara

dan terbitlah
bebunga asmara
mewarnai hati

tika pelangi
memancar kilau
gerimis berlabuh

betapa teduh
sebuah pelabuhan jiwa
saat raga menemukan
rohnya

terbukalah hijab duka
melarut lautan kasihsayang
dan bening ketulusan
memercik pesona wajah

senyum melirik
menerobos waktu
siang dan malam
seakan mentari menanti

dan kutarikan
getaran syukur
membisik indah namaMu
seiring doa berlagu rindu

zai rania (28.11.10)

TERLEWATKAH SEBUAH INSAF

detik penuh tanda tanya
tika diam tiba-tiba menjengah
terkapar kelemasan
merobek seribu mimpi

dalam kegersangan
merangkak mengejar bayangan
yang tak kesampaian
airmata mengoles darah
menodai hati

luka itu adalah senyuman
tika badai jiwa melanda
menjemput jelatah dosa
bergelimpang megah di bawah sadar

dan gagap tak terlafadz
saat jalang-jalang nafsu berlagu
mengajak roh menari songsang
ditemani riuh salakan serakah

berdentum hebat pekikan insaf
detik sakratul tanpa salam
merenggut untaian raga
tanpa belas terheret bak debu

saat pintu taubat terkatup
apa guna kalimah syahadat
nyawa sudah di hujung tanduk
terbuntang mata melihat duka

wahai roh yang punya jasad
jadikan ikhtibar semoga bersiap
awalan hidup kan tiba nokhtahnya
rahsia Ilahi tetaplah terbit indah

zai rania (26.11.10)

PENGHULU

kau tegar berpaksi
detapmu mencengkam
kabarmu menghilang
bimbang dan duka

tetapmu menyatu
menangkis segala semu
bagaikan panah menusuk
berserpih segala prasangka

dakapmu penuh syahdu
umpama meneguk air madu
memenuhi kontangnya jiwa
menyelimuti segala kelam

langkahmu ditunggu
menuntun ke arah sinar
berarak megah mendongak
menggapai seribu berkah

sekali kau rebah
berjuta tahun tak sudah
tersayatlah segala janji
meleburlah ke lubang dosa

dan serakah syaitan
mulai berkhutbah songsang
menjalar bak racun
memagut raga hingga musnah

bertautlah pada paksinya
jangan terlepas walau terpancung roh
dialah hanya dia iman
penghulu segala hati

zai rania (20.10.10)

SAF TERINDAH

rapatkan saf.... rapatkan saf
kalimat imam memecah keheningan
meruntun jiwa melunak rindu
penantian berkiblat Ilahi

Allahuakbar bermula takbiratulihram
mula hati mendekat padaNYA
kusyuk tawadduk menyinggah hiba
penuh syahdu tergapai kasihsayang

saat kalimah Allah gah berkumandang
hati tertaut mata meredup
penyerahan diri bemula
bermunajat mengharap rahmahNYA

samiAllahulimanhamidah
Allah Maha Mendengar
Allah Maha Mendengar
terasa erat raga merapat

saat sujud dahi mengucup
doaku titip penuhi dada
sungguh terasa agungMU
bagai mencium pintu syurga

tika duduk antara dua sujud
terliat jelas betapa agungnya
limpahkurniaMU dengan titipan doa
buat kami yang penuh dosa

Subhanallah di akhir tahhiyat
limpahan airmata tak terbendung
sayu tuk meninggalkan pertemuan
yang terjalin dari bermulanya takbir

semoga percintaan 'kita' tak berakhir
tetaplah aku dalam perhatianMU
tak peduli syurga ma nerakaMU
yang kudamba hanyalah kasihMU


zai rania (30.08.10)

SUARA SUBUH

Di subuh yang bening ini...
kuselami isihati...
kuhakis segala perih...
duka yang tak bertepi...
parut yang tak bisa pergi...

Oh teman yang berdiam diri...
membisu walau di sisi...
bilakah kau akan...
memperkenalkan diri...
kubenci duniaku kini...

Oh Tuhan yang kurindui...
bisakah kupergi dengan rela...
meninggal segala isi bumi...
melayang rohku lewat jasad...
yang mereput di kuburan tandus...

Apakah ku disambut malaikat lembut...
atau dijerkah sipencabut nyawa...
bisakah terang persemadianku...
atau kelam gelap diselimuti ngeri...

Apakah kusudah bersedia...
meninggal segala yang tercipta...
apakah penuh bekalan di dada...
atau hanya sekerat jiwa...

Kini kusedari Tuhan masih menyayangi...
bisa terhela nafas setiap dinihari...
agar tautan kesyukuran dilipatganda...
bertawadduk pada yang Esa...
itulah pilihan yang ada...

Syukran... Syukran...
ya Jazilan...
kanku penuhkan dengan keimanan...
kanku padatkan dengan ketakwaan...
itulah sebenar janji manusia pada Tuhan...
sejak azali dari benih hingga dilahirkan...

- Zai Rania -
18.06.2010


Biodata Penyair
Zai Rania berasal dari Kajang Malaysia, segala hal yang ingin ditanyakan menyangkut penyair bisa langsung menghubungi via facebook zai rania


Baca selengkapnya »

PUISI-PUISI ASLINAH ALI,MALAYSIA

Posted by: Moh. Ghufron Cholid / Category:

Putih

putih warna mu
bersih, memancar seri
suci menghiasi
halaman indah tak terperi
tiada gundah hati
mata memandang
tak terlawan berahi
kumbang datang
ingin menyeri
mampu kah menghindari....?


aslinahali
081110
GETAR

ada getar yang mendenting di dada
indah tak terkata
memberi kan ku rasa
yang sama
berdenting irama nya
indah dan merdu
merasuk jiwa.. membuat bahagia
asmara.. begitu mempesona
kian harmoni
makin berseni
bersama
dalam getar yang membuai
tak tertahan perasaan
merasai kehadiran mu
getar-getar rindu
sangat merdu , berlagu di hati ku

aslinahali
041110
DALAM SENYAP

angin tak membawa pesan
salam tak kesampaian
dalam diam berseorangan
menanti dengan debaran

bertanya diri dalam kalut
apakah tak tersambut
segala yang di sebut
pada lembut bayu yang berpuput ?

malam pekat gelap
dingin pagi kian mendakap
kasih tak terucap
berselubung dalam senyap.....


aslinahali
230910
CINTA

biarkan segala cinta
menjadi rahsia
walau kecewa
hati terluka
impian hampa
rindu
biar membeku
harapan
hanya dalam angan
namun kasih
tetap kan teguh
di hati
simpan kan saja cinta
bila aku telah amat mengerti
segala nya
ketentuan ILAHI

MEMATAH KATA

sepatah kata
mungkin lebih bermakna
ungkapan indah
berbunga-bunga
untuk apa ?
andai
sepatah kata
bisa merungkai segala makna
dan mematah kan segala kata.....


aslinahali
220910

Biodata Penyair
Aslinah Ali, seorang perempuan bersahaja berasal dari negara Malaysia, segala hal menyangkut penyair bisa ditanyakan langsung via facebook Aslinah Ali atau bisa juga langsung menghubungi penyair di blog pribadinya http://aslinahali.blogspot.com.


Baca selengkapnya »

PUISI-PUISI IMRON TOHARI LOMBOK, INDONESIA

Posted by: Moh. Ghufron Cholid / Category:

Air,Matahari, dan Pelangi

Malam langit bintang gemintang
Malam seribu bulan tlah datang
Bening doa di sudut hening
Tanya berjawab hati nak tenang

Insan hati bertanya tanya
Mula cinta kan ada
Tafakur tunduk hanya padaNya
Bening doa akanlah berkata
:

Dalam masa alam cerita
Samudera memuai menuju bahtera …
Berarak riang bersama Suria
Awan putih, itulah cinta

Riang gembira awan menari
Bertabur cahaya terang mentari
Sulaiman dan BalQis meniti hati
Pertanda tumbuhnya cinta abadi

Putih awan tersaput jelaga
Halilintar merobek, rinai menerpa
Kala Yusuf tiada mecinta
Lara Zulaikha tiada abadinya cinta

Sisa hujan membalut bumi
Suria tersenyum menyapa kembali
Tercipta elok warna pelangi
Pertanda asa cinta; ada abadi

Saat matahari tahu arti sinarnya
Saat angin tahu arti hembusannya
Saat pelangi tahu arti pesonanya
Saat aku tahu artinya sang aku adanya

Yaa Al-Kabiir, Yaa Al-Karim
Itukah makna keabadian cinta?
_______________________________
@ Imron Tohari_lifespirit ‘08

Imron Tohari

Kalam Cinta


Banyak sudah pedih kurasa
Terjal berliku ujian cinta
Dalam kumbangan madu cekat
Jiwa cinta terkungkung sekat

Air mata ara berderai derai
Gemericik nestapa di cawan hati
Dalam kedalaman Istiqomah nurani
Kuasa cinta karunia Illahi

Kerlap kerlip di malam pekat
Elok bintang sujud bermunajat
Berlapak sajak untai sejiwa
Riuh atma saling bersapa

Ooh… di hampar malam hari
Kurasakan bintang gemintang menari
Pijar sinarnya membimbing hati
Merapal doa ritual suci

Berbagi cerita indah dunia
Jangan lupa adanya duka
Ambil hikmah segala coba
Tenangkan hati dikala gulana

Bukankah dunia fana adanya
Kalam Tuhan, itulah titian syurga
_________________________________
@Imron Tohari_lifespirit ‘08

Imron Tohari

Istiqomah Cinta


Tiada lagi nada kasih
Yang dulu terdengar indah
Kini,dalam kumbangan madu cekat
Gelora asmara terkungkung sekat

Terjal berliku ujian cinta
Kuharap hati tiada layu
Biar rasa sakit di jiwa
Kuanggap sebagai batu ujianku

Saat airmata berderai-derai
Harap tersisa di cawan bestari
Istiqomah dalam kedalaman nurani
Bermohon pada Illaihi Robbi

Pada satu mushaf suci
Tertabur segala doa surgawi
Terlebur dendam dan benci
Semata karena ridho Illahi

__________________________________
@Imron Tohari_lifespirit ‘09


Keabadian

saat kedukaan menyapa
bibir berbisik
:cinta itu derita, untuknya
kuteguk airmata duka
biar tahu ada, Nikmat Surga

dan kau
kekasih
kala tergenggam tangan
jangan berharap pada cinta
apalagi berfikir akan kesetiaan
mencinta
ada pada

"pisau pisau kematian
memutus tali nadi
membuat ludah tak lagi
gelas retak
pun
seperti retak ranting
tanpa bunga
tanpa tipis asap nafas
hingga lidah kaku batu
terbungkus bayang
masa lalu"

oh…
kau
kekasih
meleburlah pada kesakitannmu
ajak kesedihan; sebagaimana kesukaan
berjalan
bahkan berlari
menemui kuasamu; adalah titik
keramaian
keheningan
bukan lagi suatu persoalan

SEGALA!
__________________________________________________________________
Inspirasi :
Iwan Gunawan : Segala adalah bagian hidup yang harus kujalani,kusyukuri sebagai bagian dari kuasaku
DaveSky : pisau,ranting,gelas,asap,batu
Hudan Hidayat: Masukan Tipograpipuitika

Kaukah yang menetak rasa itu?


pada ketidak setiaan usia
kebahagiaan membuat orang jauh dengan Tuhannya
sedang kebahagiaan itu tak lebih seperti buih
diayun gelombang ke tepi pantai lalu lesap

dan seperti itulah Kau gambarkan pada kami
tentang sepupu musa yang sholeh
lalu karena manisnya kebahagiaan pikiran
justru dia ditelan celaka!

O, Kaukah itu yang tak pernah pejam?

saat kebahagiaan-kebahagiaan pikiran
kutetak sampai serpih
serupa benih
di punggung-punggung ketidakberdayaan
kutabur; angin barat desau
serupa suara rintih harut dan marut
yang sayapnya patah di bulu lentik Zahra

sujud : bertasbih
memuji Tuhannya

______________________________________…
@ Imron Tohari _ lifespirit 25 Desember 2009

Biodata Penyair

lifespirit merupakan nama pena dari Imron Tohari, SE. dilahirkan di Malang, 13 Januari 1969 seorang pekerja Swasta, menikah dengan BQ. Ernawati Melinda dan dikarunia dua buah hati yakni Alicia Rizka Ananda & Arlo Nauval Estrella. Kini berdomisi di Jln. D. Tondano 33 BTN Pagutan Permai Mataram – NTB, segala hal mengenai penulis bisa ditanyakan langsung melalui facebooknya Imron Tohari.


Baca selengkapnya »

Salam Redaksi

Posted by: Moh. Ghufron Cholid / Category:

Assalamu;'alaikum Wr.Wb
Salam kenal, salam persahabatan dan salam karya kepada semua rekan-rekan dari berbagai negara, kali ini saya membuka pembuatan ebook Antologi Puisi Reliji Lintas Negara, yang rencananya akan diterbitkan di evolitera.co.id.
Sebagai Pendiri Sastra Sunser317 saya ingin mengajak seluruh rekan-rekan dari berbagai negara untuk ikut memeriahkan pembuatan ebook ini.
Semoga langkah mulia ini beriring ridla Allah dan kita bisa berbagi dengan apa yang kita tekuni, semoga bermanfaat untuk umat.
Akhirnya saya ucapkan salam persahabatan dan selamat berkarya, untuk rekan-rekan semua. Segala karya sahabat yang masuk dalam ebook ini semoga menjadi ladang amal yang takkan pernah terputus pahalanya. Amien ya Rabbal 'Alamien.


Pendiri Sastra Sunser317
Moh. Ghufron Cholid


Baca selengkapnya »